Wednesday, February 8, 2017

Rasa Syukur di 23

Assalamualaikum! Tulisan ini mundur berbulan-bulan dari deadline dimana seharusnya saya mem-posting tepat ditanggal 23 di usia yang ke 23. Ternyata sulit juga untuk mengumpulkan 23 poin penting yang bermakna dimana membuat saya melihat kembali ke belakang, mengingat, dan merangkum hal yang berpengaruh dalam hidup dan patut saya syukuri. Postingan kali ini agak motivasional ala-ala dan mayan puanjang, jadi syukur-syukur kalau ada yang baca ya. 

Sudah 23 tahun lebih saya diberi amanah di dunia. Terhitung kira-kira 10 tahun sejak usia baligh, dimana pertanggungjawaban hidup sudah sepenuhnya ada pada diri sendiri. Momen-momen hidup yang sudah dilewati menjadi perhiasan sekaligus pembelajaran untuk menjalani hari ini dan bekal pengingat dikemudian hari. Sadar bahwa hidup itu adalah berjuang dan memilih, kita juga harus ingat bahwa hidup itu adalah tentang ujian dan belajar. Ternyata ujian dan belajar tidak hanya berhenti di bangku sekolah saja. Ada pembelajaran yang lebih sulit dan saya baru saja memulainya, memulai ujian dan belajar yang sesungguhnya.

Bertambah usia membuat kita semakin berpikir, semakin memahami esensi hidup, dan akan sangat baik bila kita berusaha untuk menjalankan sebaik-baiknya dan mengerti hidup sebenarnya ini untuk apa. Ada suatu waktu saya bertanya ke ibu saya, "Ma, kok semakin tua semakin banyak ya pikirannya, ada aja yang dipikirin", ibu saya menjawab "ya, itulah tandanya udah semakin dewasa". 

Kemudian saya berpikir lagi, seberat itu kah menjadi dewasa? sedang saya baru menginjak dewasa awal saja pikiran saya sudah "se-tua" ini, bagaimana nanti? Semakin sadar bahwa hidup bukan hanya untuk sekedar bersenang-senang. Namun nyatanya hidup bukan pula untuk diseriusi, santai saja, jalani tugas kita yang sebenarnya, jangan terlalu mengejar dan berpikir terlalu dalam tentang hidup, apalagi kehidupan di dunia. 
Mengingat 6 tahun ke belakang, moment dikerjain saat berulang tahun ke 17 membuat saya ingat masa SMA begitu menyenangkan, persahabatan yang solid, ketulusan, dan senang-senang ala anak SMA. Ketika beban terberat saat itu hanya ujian nasional. Usia 18 tahun saya dikejutkan dengan teman-teman yang "menggedor" kamar asrama untuk mengucapkan selamat ulang tahun. Saya ingat kembali, beban terberat saat itu adalah memasuki kehidupan baru di perantauan, penyesuaian diri untuk hidup jauh dari rumah yang serba nyaman untuk membentuk pribadi jadi lebih mandiri dan menghargai. Moment paling tak terlupakan lainnya di usia 19 tahun yang saya lalui di negeri yang saya senangi sejak beberapa tahun sebelumnya hingga saat ini, yaitu di Busan, Korea Selatan. Hal yang tidak pernah saya bayangkan akan terjadi secepat itu, dengan tantangan bertahan hidup di negeri orang sebagai minoritas. Lanjut usia ke 20 saya lewati di kota Bandung, di moment random trip bersama dua orang sahabat saya saat kuliah. Dengan surprise berupa coklat yang membuat hati saya meleleh, hehe :) 
Usia ke 21, saya lalui dalam masa-masa skripsi, di tengah rusuh dan kusutnya pikiran saat itu, kehadiran teman-teman seperjuangan dengan kue, lilin, dan hadiah ke kamar kos sempit kami menjadi penyemangat diri, saya dikelilingi teman-teman yang sangat perhatian. Hingga usia ke-22 saya lalui dengan kembali di rumah orang tua sendiri. Ya, sejak merantau di umur 17 saya tidak melalui tanggal 23 November di rumah. Meski kehadiran teman-teman di samping saya saat-saat itu membuat saya merasa berada di rumah. 
Tahun 2016, saat ini usia saya menginjak angka 23, dan saya kembali melaluinya di rumah, Alhamdulillah. Flashback setahun ke belakang, banyak sekali hal yang dialami, pelajaran yang didapat, kejutan-kejutan, kesedihan dan kebahagiaan orang sekitar yang mewarnai satu tahun kemarin. Secara teknis, ulang tahun berarti usia yang kian bertambah secara angka, namun berkurang dalam hal jatah umur. Sejak setahun belakang, saya tak lagi menganggap ulang tahun identik dengan ucapan, kue, lilin, dan kado, dan bukan pula tradisi yang harus dirayakan. Saya sangat bersyukur dan senang bila banyak yang ingat tanggal kelahiran saya, dengan harapan mendapat doa yang baik, sehingga doa pun dapat berbalik ke yang mendoakan, bukan untuk dirayakan. 

Usia 23 tidak ada makna khusus, hanya sebuah angka yang menyatakan bahwa saya sudah melewati masa dewasa awal, early 20s. Pengalaman hidup tidak banyak, prestasi apa lagi. Sifat dan perilaku yang lalu pun masih banyak yang perlu dibenahi. Tapi, semoga kita semua selalu berproses ke arah yang lebih baik. 
Berikut adalah 23 hal yang patut syukuri dalam hidup saya dan mungkin teman-teman semua:
1. Menjadi Seorang Muslim
Terlahir sebagai seorang muslim dan dibesarkan dalam keluarga muslim pula. Tidak ada alasan untuk tidak bersyukur akan hal ini. Nikmat terbesar kita adalah menjadi seorang muslim, tugas kita  adalah menggunakan nikmat itu untuk bersyukur kemudian mempelajari ilmuNya dan menerapkan perintahNya dalam menjalani kehidupan di dunia. 
2. Mengenal Allah dan Islam
Kelanjutan dari poin pertama, bagaimana kita sebagai seorang muslim haruslah mengenal Tuhannya. Keinginan kita untuk mengenal dan mendekat selangkah, akan disambut berpuluh-puluh langkah olehNya, meski pun kita hanya berjalan perlahan, akan disambutNya dengan berlari. Bersyukur atas ampunanNya yang luas, kebaikanNya yang tanpa batas, dan sifat-sifatNya yang Agung. Kebaikan Allah yang menjadikan kita masih diberi kesempatan untuk hidup dan terus memperbaiki diri, beribadah dan berbuat kebaikan hingga akhir hayat.

3. Orang Tua
Kurang apa lagi hidup ini? Doa mereka yang menembus langit dengan cepat, surga dunia kita, dan perjuangan mereka yang membuat saya belajar. Belajar untuk menjadi kuat, belajar seni mengalah, dan belajar menerima. Semoga Allah ampuni, berkahi, dan rahmati beliau. 
4. Nikmat Sehat 
Masih hidup hingga detik ini, masih bisa pilah pilih makanan, masih bisa jalan-jalan, semua bisa karena kesehatan yang Allah beri. Saya sempat bilang ke orang tua saya saat makan, waktu itu saya sedang sakit flu, "Berasa ya kalau nikmat indra perasa (lidah) dihilangkan sebentar saja, makan pun ndak ada nikmatnya" Baru sebentar saja diberi kehilangan indra perasa saat flu, efeknya makan pun berasa tak nikmat. Bersyukur deh kalau kita dikasih lebih banyak sehatnya dari pada sakitnya, karena kalau udah sakit, ga ada lagi nilainya duit-duit yang dikumpulin, dikeluarin berapa pun supaya balik sehat lagi.
5. Orang dan Lingkungan yang Baik
Dikelilingi orang tua, keluarga, teman dan lingkungan yang baik menjadi hadiah yang harus disyukuri. Karena siapa dan dimana kita berada adalah hal yang paling menentukan bagaimana diri kita, pemikiran kita, pribadi, kebiasaan, dan lain sebagainya. Semoga kita semua selalu didekatkan dengan orang-orang jodoh yang baik serta lingkungan yang membawa pada kebaikan selalu, aamiin. 
6. Kehidupan yang Cukup
Bagi siapa pun yang baca tulisan saya ini, pastilah semuanya hidup berkecukupan. Ya iya dong masih bisa internet-an dan browsing kan? Kita semua masih bisa membeli barang yang dibutuhkan, bahkan yang diinginkan. Lagi kepengen bakso langsung ke mamang tukang bakso, bedak habis bisa beli lagi (ya kalo cewek), dan lain sebagainya yang sebenarnya kecil tapi kalau diingat-ingat ternyata mungkin kita lupa untuk bersyukur, khususnya saya pribadi nih, banyak banget maunya :p

7. Mendapat Pendidikan 

Mendapat pendidikan baik dari TK sampai kuliah sarjana merupakan hal yang saya syukuri. Padahal dulu suka malas-malasan sekolah, dan belajar, tapi setelah selesai semuanya kita akan tahu betapa berpengaruhnya pendidikan dalam kehidupan. Pendidikan bukan hanya yang formal saja loh ya, kebetulan yang saya ambil adalah jalur formalnya. Sebagaimana Allah berkata bahwa seseorang yang berilmu akan diangkat derajatnya. Dari kalangan mana pun, bangsa, suku dan agama apa pun wajib menuntut ilmu, berhak mendapat pendidikan agar lebih baik kehidupannya, Insyaallah. 
8. Waktu dan Kesempatan
Waktu yang sama diberikan 24 jam pada setiap manusia, entah saya pergunakan lebih banyak untuk beribadah/berbuat kebaikan atau sebaliknya, hanya Allah yang tahu persentasi tepatnya. Setiap hari hingga sekarang masih diberi kesempatan hidup untuk memperbaiki diri, memanfaatkan waktu untuk menjadi lebih baik dan selalu mengingatNya setiap waktu. 
9. Masih Bisa Bercita-cita
Tidak ada kata terlamat untuk membangun mimpi baru (kemudian ada foto Colonel Sanders penemu KFC). Ada beberapa keinginan kecil dan cita-cita besar yang belum terwujud, yang bakal diajuin dulu ke Allah proposalnya (meski pun Yang Maha Tau sudah tau detailnya). Semoga Allah mewujudkan cita-cita kita semua ya. 

10. Hidup di Dua Era
Bersyukurlah kamu-kamu yang lahir di era 1997 ke bawah, karena mungkin kamu merasakan kemudahan hidup di jaman sekarang sekaligus tidak melewatkan masa kecil yang senang main kelereng, manjat pohon, lompat tali, tabak (lompat-lompat), makan indomi mentah, main bekel, belajar sepeda, dan sebagainya. Bersyukur dengan masa kecil kita yang sebagian harinya dihabiskan di luar rumah dan tak pernah kehabisan permainan. Namun kita juga merasakan perbedaan nyatanya dunia sekarang dengan dulu, sulitnya "mensosialisasikan" anak zaman sekarang karena peran gadget yang semakin mendominasi manusianya.

11. Tinggal di Indonesia
Ya, Indonesia punya segalanya, Indonesia yang saya pijak merupakan tempat yang aman dan nyaman. Meski masih terbilang rawan di beberapa wilayah, namun Insyaallah tidak sesulit saudara kita yang tinggal di negara yang didalamnya hampir setiap hari terjadi peperangan, atau kesulitan air dan makanan. Terlepas dari keributan-keributan beberapa tahun belakangan ini, Indonesia tetaplah Indonesia, tanah yang nyaman tempat kelahiran kakek nenek kita. Semoga semakin banyak generasi yang mengharumkan namanya di masa depan. 

12. Berhijab
Alhamdulillah Alhamdulillah Alhamdulillah, atas nikmat Allah yang menyuruh wanita berhijab sebagai bentuk kasih sayangNya. Berhijab itu bukan menunggu siap, karena dulu pun saat berhijab pertama kalinya saya tidak siap, tapi memaksakan diri. Berhijab itu bukan menunggu hati dan perbuatan baik atau jadi orang "kalem-an dikit" dulu, mau sampai kapan nunggu kalem jadi ukhti2 dulu baru mau hijab-an? Berhijab mungkin bagi sebagian agak mengganggu untuk karir tertentu, tapi sejauh mana kita akan mengejar karir sampai mengabaikan perintahNya? Mungkin dulu saat belum berhijab saya berpikir bahwa berhijab itu menunggu siap, berhijab itu tidak sewajib sholat dan puasa, berhijab itu nunggu dapat hidayah. Tapi, ternyata semuanya cuma alasan, alasan yang dibuat-buat, berhijab itu diperintahkan Allah dalam Qur'an, dan hidayah itu tidak ditunggu tapi dijemput. Misalkan terlintas atau kepikiran "gimana kalau saya berhijab ya?" Nah pilihannya ada dua, mau pake (jemput hidayah) atau lepas begitu saja. Semoga kita lebih istiqomah, dan Allah selalu tambahkan ilmu dan gerakkan kita menuju kebaikan selalu. 
13. Perasaan Sensitive (Feeling-an/over-feeling)
Never apologies for being so sensitive or emotional. I feel, and I learn a lot. Ga terlalu baik sih untuk selalu mengikuti perasaan, cuma sebagai wanita ya dominan feeling daripada logikanya, ya kan? Wajar aja kalau yang gampang sensitif itu wanita, bukan laki-laki. Sifat perasa ini mengajarkan saya untuk lebih banyak berempati dan lebih "peka". Meski pun kadang terlalu perasa juga ga enak, tapi hikmahnya begitu banyak, Insyaallah. Harapan saya perasaan ini tidak melulu mengarah pada mudah tersinggung, mudah ngambekan atau uncontrollable emotion. 
14. Ingat Akhirat & Mati
Bukankah sebuah hal yang patut disyukuri kalau teman-teman masih mengingat akan akhirat? ngeri kali ah! Tapi semua itu nyatanya berguna supaya kita selalu "sadar diri" kalau tempat kita bukan disini, ada "kampung halaman" yang menanti kita, surga Insyaallah. Selama kita ingat tentang kenyataan tersebut, Insyaallah menjadi reminder untuk selalu melembutkan hati.

15. Status Single
Alhamdulillah 2016 masih single teman-teman, comment dong yang samaan! Allah punya berbagai cara demi menjauhkan dari orang yang salah. Udah ah, no explanation lagi untuk yang ini :p
16. Perjalanan Hidup, Hati, dan Pikiran
Hidup yang tidak sesuai rencana, hati yang mudah terbolak-balik, dan pikiran yang terkadang membunuh jiwa perlahan-lahan, semuanya menjadi seni kehidupan, warna-warni, pahit manisnya akan saya ingat sebagai bagian pendewasaan diri. Sedaaap...

17. Yang Datang dan Pergi
Dunia ini hakikatnya penuh dengan kedatangan dan kepergian, alias pertemuan dan perpisahan. Apa dan siapa pun yang datang kemudian pergi bukan cuma kebetulan, tapi membawa pesan tertentu dan pelajaran bagi kita untuk semakin ngerti esensi hidup, belajar ikhlas, dan tidak terlalu mencintai dan berharap pada sesuatu melebihi kepada Pencipta kita. 

18. Kesempatan Belajar 
Belajar hal baru, menghadiri event-event bermanfaat, akses internet, buku, semua hal tersebut merupakan media bagi saya mempelajari banyak hal dalam setahun kebelakang. Bukan cuma ilmu yang tampak saja, tapi juga pengalaman di dalamnya dan orang-orang yang kita temui juga membuat saya belajar banyak hal.

19. Diberi Kesempatan Merantau
Alhamdulillah Allah memberi kesempatan untuk keluar dari tanah bahkan negeri kelahiran untuk beberapa waktu. Sekedar untuk menyicip rasanya hidup berjauhan dari keluarga, dari rumah yang nyaman serta perlindungannya. Merantau mengajarkan banyak hal bagi masing-masing individu, umumnya merantau itu "memaksa" kita untuk mandiri, memecahkan masalah sendiri, serta menciptakan pola pikir dan pertemanan yang lebih luas.

20. Bloging 
Yas, 2015 saya mulai isi blog lagi, mulai buat public journal/diary, yang berisi hal yang Insyaallah semoga ada manfaatnya. Selain tulisan mendayu-dayu yang puitis, ada review product Insyaalah, event, atau sesuatu yang sekiranya bermanfaat akan ditulis disini. 
21. My Deep Thought
Pemikiran mendalam yang terkadang menjadi sahabat sering pula menjadi musuh. Kadang menghasilkan kebaikan, kerap juga bikin stress. But I feel thankful for this blessing.
22. Ketidaktahuan 
Ketidaktahuan membuat kita ingin selalu belajar dan ingin tahu. Namun ketidaktahuan yang saya maksud disini adalah ketidaktahuan kita akan rezeki, masa depan, ajal, jodoh, dan misteri-misteri lainnya yang Allah simpan. Ketidaktahuan memang sering menimbulkan kegelisahan, kekhawatiran, tapi sebenarnya ketidaktahuanlah yang membuat kita lebih tenang, lebih bertawakkal, yes?

23. Saya, Beserta Segala Kelebihan dan Kekurangannya
Be yourself, sering banget kita dengar. Tapi saya lebih memaknainya dengan terima dirimu, kekuranganmu, kelebihanmu, keunikanmu. Saya pun masih belajar banyak, untuk lebih percaya diri, menerima diri, dan memaksimalkan diri. Ngomongnya enak, tapi prakteknya agak tricky. Bersyukur terhadap apa yang ada pada diri kita, bersyukur atas apa yang ada pada diri kita, dan bersyukur atas apa yang luput dari diri kita. 
Tahun 2017 sedang berjalan, sepertinya tahun ini saya ga akan buat resolusi khusus yang tertulis dan bertarget. Buat atau nggak ya? #lahbingung
Ilmu Bersyukur butuh pembelajaran seumur hidup. Semoga tahun 2017 lebih banyak bersyukur dan selalu mendapat pembelajaran yang membawa pada kebaikan, semoga selalu berniat dan menuju pada kebaikan. Semoga apa yang saya dan teman-teman inginkan bisa tercapai, semoga apa yang kita khawatirkan segera terjawab, apa yang kita bingungkan segera diputuskan. Semoga  semua dapat menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih bermanfaat lagi bagi sekitarnya. Siapa pun yang baca sampai habis, semoga Allah perkenankan keinginan baikmu dan menghimpun kamu dalam kebaikan..Maklumi dan maafkan segala ketidaksempurnaan..Boleh dikomen bila ada tambahan hal apa yang sangat kalian syukuri dalam hidup sekarang.

Tertanda,
Ulya Yuthika, December 2016 to February 2017 (rentang waktu tulisan hingga published)

Saturday, November 19, 2016

Smartphone for Blogging, Yes I do!

Assalamualaikum semua! Hope you guys have a great weekend dan mencapai segala target di Bulan November ini. Yay, kali ini saya turut serta dalam kontes blogger dari Female Daily yang bekerja saman dengan Samsung Galaxy J Series yang bertema "Memaksimalkan Fungsi Smartphone dalam Kehidupan Sehari-hari Sebagai Blogger".  
Sebagai blogger newbie, saya sering mengalami "blogger's block" yaitu saat dimana saya menghadap laptop, inspirasi malah nggak ada, nggak tau mau ngetik apa, pada akhirnya harus close tabs dan kembali melakukan aktivitas lain atau malah main smartphone untuk cari inspirasi. Ujung-ujungnya malah tidak menghasilkan tulisan apapun mengingat setiap mau nulis, harus buka laptop dulu.  
Aktivitas menulis di blog selain sebagai pekerjaan juga merupakan sarana untuk menuangkan inspirasi, menebar manfaat, serta berkarya dalam bidang masing-masing bagi semua blogger. Isi blog yang berkualitas dengan intensitas posting yang berkala setiap minggu atau dalam penjadwalan tertentu adalah hal penting yang menjadi komitmen seorang blogger untuk tetap eksis. Ini merupakan hal yang masih saya pelajari, untuk keep posting at least once a week. Maka dari itu, sejak kembali mulai blogging, saya mulai memanfaatkan smartphone, gadget yang selalu dibawa kemana-mana. Berhubung saya mencari atau mendapat inspirasi tulisan dimana pun dan kapan pun, jadi ketika inspirasi dalam bentuk ide tema atau pun rangkaian kata-kata sudah tersusun di otak, saat itu juga sebisa mungkin saya tampung di smartphone, baik di notes mau pun langsung simpan di draft blogger. 
Saat ini smartphone adalah gadget yang paling banyak digunakan seluruh lapisan masyarakat. Semua orang di perkotaan hampir dipastikan memiliki smartphone sebagai alat komunikasi masa kini dengan berbagai fungsi tambahan yang mempermudah hidup kita semua. Khususnya seorang blogger merasakan kemudahan untuk blogging melalui smartphone. Hanya dengan smartphone dan aplikasi blogger yang dapat diunduh melalui play store atau mengakses melalui browser di smartphone, saya sudah bisa meng-update konten blog dimana pun dan kapan pun mendapat inspirasi.  
Samsung sebagai raksasa Android memiliki banyak pilihan smartphone berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan pasar di seluruh dunia. Sampai saat ini saya masih nyaman menggunakan smartphone dari Samsung, ditambah lagi aktivitas blogging jadi terasa lebih mudah. Dengan inovasi dan perkembangan teknologi yang kian maju, Samsung tidak berhenti berinovasi dengan mengeluarkan gadget seri terbaru untuk pelanggan setianya dengan berbagai model dan spesifikasi untuk berbagai lapisan masyarakat sesuai dengan budget, design produk, dan fitur penunjang yang dibutuhkan. Spesifikasi smartphone yang cukup lengkap dan sesuai dengan kebutuhan blogger masa kini salah satunya dimiliki oleh smartphone Samsung seri J, yaitu Galaxy J5 dan J7. Tampil dengan design yang sleek, kokoh, trendy dan elegant, smartphone ini sangat cocok untuk anak muda yang  mengingat harganya pula yang worth the money, alias tidak terlalu mahal untuk sebuah smartphone berkualitas. 

Hasil gambar
google image 
Berikut 4 alasan utama mengapa Samsung Galaxy J5 dan J7 mampu menunjang dan memaksimalkan aktivitas blogging dan online sehari-hari yang perlu kita ketahui:

1. Memiliki Kualitas Layar yang Baik


Front gold
Samsung.com
Sebagai pengguna smartphone kita seringkali menatap layar dalam waktu yang lama, apalagi kalau sudah keasyikan menulis konten postingan di blog. Ponsel dengan ukuran yang sesuai genggaman ditambah layar yang cukup besar adalah hal yang dibutuhkan supaya aktivitas blogging lebih nyaman dan kita tidak mengalami kesulitan membaca tulisan di layar. 

Samsung Galaxy J5 memiliki layar berukuran 5.2 inches HD dan resolusi 1280x720 pixers dengan teknologi display Super Amoled yang unggul, menghasilkan kontras dan warna yang tajam namun tetap ramah di mata. Demikian pula Samsung Galaxy J7 memiliki layar yang sedikit lebih besar yaitu 5.5 inches dengan kualitas layar yang sama menghasilkan tingkat kecerahan layar yang baik. 

Berdasarkan informasi yang saya dapat melalui wikipedia, teknologi layar Amoled yang merupakan perkembangan baru dari teknologi layar smartphone ini. Selain hemat daya, layar dengan teknologi tersebut diklaim dapat menghasilkan warna yang cerah meski berada di luar ruangan dengan sinar matahari yang terang. Jadi dalam keadaan minim cahaya mau pun tidak, layar smartphone yang berkualitas ini mampu menyesuaikan tingkat kecerahannya. Dengan layar yang cukup besar, tingkat kontras dan kecerahan yang baik, juga hemat daya, kurang apa lagi untuk membuat aktivitas menulis jadi lebih menyenangkan? 

2. Kapasitas RAM, Memori, dan 4G Internet Support


Nggak lucu kan saat sedang asyik-asyiknya nulis konten blog tiba-tiba smartphone nge-lack, bisa-bisa tulisan belum ter-save dan bikin mood menulis bahkan inspirasi jadi hilang. Blogger butuh banget smartphone yang mampu multitasking untuk browsing, menjalankan aplikasi, hingga update sosial media yang berjalan secara bersamaan. RAM dengan kapasitas 2GB sangat membantu kinerja sebuah ponsel untuk lebih responsif sehingga kecil kemungkinan untuk bergerak lamban dan lacking. Samsung Galaxy J5 menyediakan RAM sebesar 2GB serta prosesor Quad-core 1.2 GHz sebagai spesifikasi utama yang menunjang kecepatan kerja ponsel dalam menjalankan berbagai aplikasi di dalamnya. Sementara Samsung Galaxy J7 dengan ukuran RAM yang sama, memiliki CPU speed lebih besar yaitu Octa-core 1.6 GHz. Selain itu, dukungan memori sebesar 10.9 GB dan MicroSD external hingga 128GB sangat cukup untuk menyimpan data termasuk foto-foto high resolution untuk keperluan konten blog kita.

Samsung Galaxy J5 dan J7 mendukung kebutuhan dual-simcard untuk kita yang biasa membedakan simcard untuk internet-an dengan keperluan komunikasi pribadi. Selain itu jaringan internet yang mendukung 4G LTE yang membuat aktivitas online jadi lebih cepat di masa sekarang. 


3. High Quality Camera

Blog sangat identik dengan fotografi. Saya pribadi belum punya ilmu lebih jauh tentang fotografi, apalagi menggunakan kamera canggih. Tapi, bagaimana pun juga harus bisa membedakan mana foto yang berkualitas bagus dan tidak. Hasil jepretan yang bagus akan berpeluang lebih besar mengundang orang untuk membaca isi blog kita. 

Hasil gambar
google image/Samsung.com
Foto yang "blog-able" atau "instagram-able" masa kini tentunya memerlukan kamera dengan kualitas bagus, bukan hanya mengandalkan aplikasi editing saja. Hal yang kita butuhkan tentunya smartphone dengan kualitas kamera yang bagus untuk menangkap gambar baik di dalam mau pun luar ruangan. Sebagai blogger masa kini, untuk update konten secara cepat dan praktis menggunakan smartphone, harus didukung dengan fitur penunjang yang berkualitas pula. Resolusi kamera 13 Mega Pixels yang dimiliki Samsung Galaxy J5 dan J7 mampu menghasilkan gambar High Definition yang jernih didukung dengan kualitas layarnya yang oke pula. Kelebihan lainnya dari kamera smartphone yang menggunakan lensa F1.9 ini yaitu dapat mengambil gambar dengan lebih cepat, juga menghasilkan gambar yang bagus meski dalam keadaan minim cahaya! 

Hasil gambar
google image
Selain mengambil gambar sebuah objek, Samsung Galaxy J5 dan J7 juga ingin memuaskan penggunanya dengan kamera depan yang mendukung aktivitas selfie. Dengan resolusi 5 Mega Pixels kamera depan smartphone ini juga dilengkapi fitur LED (front flash) untuk pencahayaan yang selalu ON dimana pun dan beauty mode yang pasti digandrungi wanita-wanita. Mau selfie rame-rame atau we-fie juga? bakal seru banget dengan dukungan palm recognition atau sensor tangan yang memudahkan kita dalam mengambil gambar. Hebohnya lagi dengan fasilitas layar yang mendukung wide selfie yaitu layar yang mampu menangkap jangkauan lebih luas untuk selfie rame-rame dengan teman-teman atau keluarga. Wih, mantep deh, selain mempermudah dalam blogging, aktivitas sosial kita juga jadi lebih seru dengan fasilitas pendukung dari Samsung Galaxy J5 dan J7 ini. 


4. Manager Pintar

Semua tepat di tempatnya
Samsung.com
Samsung Galaxy J5 dan J7 dilengkapi pula dengan fitur Smart Manager untuk memaksimalkan kinerja smartphone, khususnya dalam hal keamanan (mencegah malware), mengoptimasi penggunaan baterai dan memori. Aktivitas blog seringkali didukung dengan browsing webpage, googling, buka aplikasi, sampai update sosial media. Jika tidak dibantu dengan fasilitas seperti Smart Manager ini, kinerja smartphone akan kurang maksimal. Meski pun telah didukung dengan kapasitas yang baik, kita sebagai pengguna gadget yang bijak juga harus tahu bahwa smartphone merupakan mesin yang harus terawat dengan semestinya agar dapat bekerja dengan baik.

Fitur Smart Manager dalam Samsung Galaxy J5 dan J7, juga smartphone Samsung lainnya memiliki fungsi yang pertama yaitu security, dimana proses penyaringan atau pemindaian akan dilakukan oleh fitur ini untuk mendeteksi malware atau virus yang akan berpotensi "menjangkiti" perangkat smartphone kita. Aplikasi ini akan memperingatkan pengguna saat perangkatnya akan terserang malware yang biasanya datang dari situs atau halaman web tertentu juga aplikasi yang illegal.

Kedua, Samsung Smart Manager berfungsi dalam mengatur storage dan RAM. Saat kita mengakses data melalui browser dan menyimpan data-data tertentu biasanya terdapat temporary files seperti cache atau cookies yang kalau sudah menumpuk akan membuat RAM menjadi penuh. Smart Manager dapat membantu kita untuk mengoptimasi storage dengan menghapus junk file yang memenuhi ruang penyimpanan smartphone kita.
Membuat kegembiraan bertahan lama
Samsung.com
Fungsi ketiga yang cukup penting adalah mengoptimasi penggunaan baterai dengan memperingatkan persentasi baterai, serta kehadiran Ultra Power Saving Mode yang dapat mengurangi konsumsi baterai dengan menutup aplikasi yang tidak diperlukan. Saat baterai sudah low dan kita masih membutuhkannya untuk panggilan atau pesan penting, fasilitas ini dapat meminimalisir penggunaan daya sehingga smartphone tetap aktif saat kita butuhkan.

Yes, itu dia 4 alasan mengapa Samsung Galaxy J5 dan J7 merupakan smartphone yang ideal untuk kita, terutama untuk membantu aktivitas blogging dan online lainnya. Dengan fungsi-fungsi dan fitur tersebut, ditambah aplikasi pendukung yang dapat kita peroleh secara gratis melalui play store, kegiatan sehari-hari kita dapat terbantu dan lebih maksimal dalam menghasilkan karya dimana pun dan kapan pun.
Kalau ingin tahu info mengenai spesifikasi lebih lengkap yang dimiliki Samsung Galaxy J5 bisa dilihat melalui web page Samsung dengan klik link berikut Samsung Galaxy J5 dan juga Samsung Galaxy J7. Lebih senang main sosmed? cus menuju tempat update info tentang smartphone Samsung yang keren-keren serta event yang diadakan oleh Samsung Indonesia melalui twitter @samsung_ID, Instagram @samsung_ID, dan facebook page "Samsung Mobile Indonesia". 
Semoga bermanfaat untuk semua, Keep Blogging, Keep Sharing and Inspiring! Wassalamualaikum :)



Thursday, November 10, 2016

Coba Daily Softlens - Freshlook 1 Day Color Contact Lenses : Pure Hazel

Assalamualaikum.. Kembali ke review softlens! Kali ini saya mencoba 1 day softlens untuk pertama kalinya. Saya pilih Freshlook karena ini adalah brand yang cukup ternama dikalangan softlens optik dan harganya masih wajar untuk softlens dengan kualitas terpercaya. Freshlook dan teman sejawatnya Freshkon yang saya tahu tersedia varian 1 month disposal contact lenses yang punya masa pakai 1 bulan. Berhubung seperti yang saya sering mention di posting-an tentang softlens sebelumnya kalau saya jarang banget pakai softlens, saya rasa 1 day softlens ini bakal jauh lebih hemat untuk saya pilih dibanding membeli softlens dengan masa pakai 1 bulan ke atas tapi akan sangat jarang dipakai.

Selain itu dari segi kebersihan, 1 day softlens tentunya higienis karena setelah dipakai bisa langsung dibuang. Sedangkan untuk softlens yang memiliki masa pakai lama, tentunya perlu perawatan ekstra untuk menjaga kebersihannya. Berhubung saya pasti selalu membersihkan softlens saat mau dipakai saja, akan lebih baik kalau saya memilih yang praktis seperti 1 day softlens ini. Semua tergantung preference masing-masing, kalau teman-teman termasuk sering menggunakan softlens, softlens dengan masa pakai 1 bulan atau lebih bisa dipilih sesuai dengan yang diinginkan. 

Freshlook 1 Day Color Contact lenses ini saya beli di Lensza.co.id  website terpercaya yang menjual berbagai macam softlens dari merk ternama, kacamata, hingga makeup dan parfum. Sudah saya tetapkan lensza.co.id menjadi tempat langganan saya buat beli softlens nantinya. Selain terpercaya, paket kita dikemas dalam box dan dibalut lagi dengan bubble wrap, sangat rapi dan produk Insyaalla tetap aman. Selain itu lensza.co,id juga sering mengadakan promo dengan memberi code tertentu, seperti promo diskon perayaan hari besar, free shipping, dan diskon untuk produk-produk tertentu. Saat buka website-nya bisa masukkan email kalian untuk dapat newsletter untuk info diskon dan kode voucher.

lensza box


with full bubble wrap 

Ini link Freshlook yang saya beli http://www.lensza.co.id/softlens-warna/freshlook/freshlook-1-day-pure-hazel Saya prescribed minus 2 meski pun sebenarnya silinder beda kanan kiri (Kita orangnya gamau ribet -_-)

Freshlook One Day Color Contact Lenses



Color : Pure Hazel
Freshlook daily contact lenses ini harganya 175.000 dengan isi 10 contact lenses (5 pasang). Untuk jenis ini ada dua warna, yaitu pure hazel dan gray. Saya pilih pure hazel karena main aman dengan warna nuansa coklat. Next time mungkin mau coba yang warna gray. 





Look softlens dengan cahaya matahari di dalam ruangan. Softlens Freshlook colorblend-nya bagus banget, jadi sebenarnya ga perlu terlalu khawatir bakal terlihat ga natural atau ga cocok dengan warna kulit. Saya kira pure hazel ini bakal jadi coklat terang banget, ternyata nge-blend dengan warna bola mata yang hitam jadi seperti warna brown aja. Seriously I love this color, but I love to try the gray one after this. 


Ditambah efek brightness biar kelihatan pattern-nya.



Yash!! I love it!


Softlens Freshlook ini bisa dipercaya kenyamanannya, udah yakin banget akan cocok dan nyaman dipakai. Meski pun sempat merasa kering saat berada di ruang AC, mantepnya saya tetap bisa tahan tanpa tetes mata selama plus minus 5 jam. 

Sekian review singkat softlens terbaru yang saya pakai. Semoga dapat menjadi referensi bagi kalian yang sedang cari-cari softlens. Sebenarnya pakai softlens itu cocok-cocokan, ada yang cocok dengan softlens 50.000,  ada juga yang ga cocok dengan softlens 200.000. Kembali pada kenyamanan dan keamanan, jangan cuma beli softlens karena warna-warni lucu atau buat gaya-gaya doang tanpa mempertimbangkan sisi keamanan dan kenyamanan untuk mata kita. 

Selain itu belilah softlens di tempat yang terpercaya. Selain optik resmi, kamu bisa beli di online shop atau website yang sudah terjamin originalitas produknya. Kalau online shop, bisa kamu cari-cari dulu testimonial dan referensi dari orang yang pernah membeli disana. Kalau ga mau ribet, bisa beli di website lensza.co.id ini, selain mudah, proses cepat, terjamin kualitas produknya. Semoga bermanfaat ya, Wassalamualaikum :)

Tuesday, November 8, 2016

Notes on October Coming Late

Sudah lamaaa sekali saya tidak posting tulisan apa pun di blog, sebab beberapa hal bulan lalu yang harus diurus (pardon my excuse) dan berbagai distraction yang membuat tulisan-tulisan masih betah berada di draft.
Earlier in this month saya melihat postingan Wirda Mansur di instagram pribadinya berupa screen captur chatroom dengan ayahnya yaitu Ustad Yusuf Mansur, ulama gaul yang saya suka dengan pembelajaran sedekahnya. Chat tersebut berisi seperti ini,

credit from instagram.com/wirda_mansur

Thankfully Wirda post ini, saya baca berkali-kali, saya renungi, bener juga ya. Kadang ada masanya dimana ngerasa hidup ga pernah bahagia dalam jangka waktu yang lama, pasti udah bahagia beberapa waktu ada aja satu dua hal yang bikin kepikiran, ada aja hal yang bikin sedih, ada yang bikin gelisah. Oh, rupanya ini ujian loh dari Allah. Dulu-dulu saya kemana aja? Ga sadar sampai pada titik dimana rasa takut, gelisah, penyesalan, dan semua itu mendominasi pikian. Seolah mereka memegang kendali dan menjadi tuan dalam jiwa yang pada dasarnya sudah lemah.

Singkatnya ada masa dimana rasa-rasa negatif tersebut memenuhi rongga hati, menyebar hingga otak, dan pada akhirnya mempengaruhi seluruh jasad kita. Saya jadi ingat statement Alvin (ananda Ustadz Arifin Ilham) dalam talk show yang saya hadiri saat itu bahwa manusia itu adalah khalifah di bumi, perannya adalah sebagai khalifah atau pemimpin. Pemimpin bagi dirinya sendiri, memimpin dirinya untuk melawan hawa nafsu buruknya, memimpin diri sendiri untuk berbuat sesuai perintahNya, hingga pada waktunya ada hal lain yang diamanahkan bagi kita untuk memimpinnya, seperti menjadi pemimpin di keluarga, rumah, bahkan dalam masyarakat.

Sebagai seorang pemimpin tidak mungkin menjalankan tugasnya tanpa tantangan, ga mungkin mulus aja jalannya. Contoh saja seorang presiden, semakin besar amanah kepemimpinannya, semakin berat permasalahannya. Seorang suami, diberi amanah sebagai pemimpin begitu pula seorang istri yang memimpin keluarga kecilnya. Basically peran kita sebagai manusia dalam hidup ini adalah sebagai pemimpin, termasuk untuk diri kita sendiri. Dalam memimpin diri, tantangannya sering kali muncul dari diri sebagai internal factor, ditambah hal lain sebagai external factor tambahan yang sering dijumpai sebagai masalah hidup.

Setelah berfikir tentang itu semua, saya baru faham tentang makna "Khalifah di Bumi" yang ternyata bukan hanya berarti sebagai Khalifah untuk negeri atau banyak orang, bukan secara "real" dinamai pemimpin. Nyatanya setiap manusia berperan pula menjadi pemimpin atau khalifah bagi dirinya sendiri. Ada hak dan kewajiban sebagai pemimpin,  mengendalikan diri sendiri untuk berjalan di jalan yang benar, untuk sampai ke tujuan yang sebenarnya nanti.

Sudah nyaris habis penghujung tahun masehi ini. Semoga Allah masih masih memberi kita waktu dan kesempatan untuk memperbaiki diri juga bermanfaat lebih bagi lingkungan sekitar. Selalu ingat kesusahan, kesedihan, penyesalan, dan kebodohan di masa lalu sebagai penguatan dari Allah yang membentuk kita saat ini. Hope you all have a great days ahead!

Wednesday, October 26, 2016

Ketika Kita Berhenti Berekspektasi

Akan tiba waktu dimana aku dan kamu untuk....

Tak lagi mengagumi sebatas rupa dan lekuk, karena semua mudah berganti menjadi kerut

Tak lagi mengagumi pencapaian dan harta benda materi yang tak akan pernah berujung dan membuat siapa pun tetap haus seolah menenggak air laut

Tak lagi mengagumi pemikiran dan kecerdasan, sebab bila usia melewati setengah abad kemampuan otak akan menurun

Kali ini aku tak lagi menyulitkan diri untuk tampil sempurna demi menarik perhatian, ketika apa adanya kamulah yang menarik  hati untuk mendekat

Kalau kamu sedang jatuh cinta, apa yang akan dilakukan?

Bila dulu aku berusaha memperindah diri demi menarik orang yang dicinta, mungkin saat ini usahaku lebih kepada memperindah hati

Lelah, aku sudah lelah untuk berusaha menjadi sempurna, agar memenuhi ekspektasi pujaan hati

Berhenti, sudah saatnya aku berhenti

Bagaimana kamu akan berhenti?

Aku tak lagi mau berekspektasi, berharap siapa pun akan menyukaiku yang penuh cacat ini

Bukan berhenti untuk memperbaiki diri, sebab diri ini tak boleh berhenti untuk menjadi lebih baik

Tak perlulah berusaha terlalu keras..

Perbaiki diri sendiri, dan anggaplah diri ini masih belum baik untuknya, hingga tak ada perasaan lebih hebat dengan pernyataan "dia belum baik untukku"

Jika tiba saatnya kapan pun itu, aku akan muncul dengan versi terbaikku, dan kamu pun sama.

Meski luka dan bekas masih tersisa, beserta kotoran yang seakan tak bisa memudar masih terbawa.
Setidaknya kita membawa obat dan pembersih, untuk saling menghapus luka dan membersihkan kotoran itu, bersama.
Bukannya lari menjauh karena takut luka dan kotoran itu akan menodai diri sendiri.

Mengertikah kamu tentang ini?

Aku tak memintamu tinggal, dan aku pun tak meminta kamu menyempurnakan dirimu dengan menyembuhkan luka dan membersihkan kotoran itu sendiri.

Bila suatu saat kamu sudah percaya, aku akan menyepuh luka dan kotoran itu.

Tapi aku tak bisa berjanji itu akan bersih seperti sediakala, atau membuat hilang selama-lamanya.

Terakhir, aku pun ingin perjanjian ini adil. Sebab aku pun punya luka dan noda sendiri, bantu aku menyepuhnya sebagaimana yang aku akan lakukan terhadapmu.

Kemudian kita akan sadar, bahwa saat itu kita telah berhenti berekspektasi.

Saat aku dan kamu telah berhenti mencari, dan berusaha untuk menjadi, yang terbaik dari diri untuk saling menggenapi.

Rabu,
26 Oktober 2016

Sunday, September 11, 2016

Words I Wish to Hear Sometimes

1. "It's okay, just be yourself!"
2. "Tell everthing, I'm ready to hear"
3. "It's okay, just cry it out loud"
4. "How could I find myself so full just by seeing the way you eat?"
5. "Tell me what happened today!"
6. "That's why Allah destined us to meet."
7. "You're always surprising me"
8. "Don't you miss me?"
9. "Call me when you already home!"
10. "You are different"
11. "I'm proud of you"
12. "I believe you can do it"
13. "Don't worry, I'll get your back"
14. "I'm lucky to know you"
15. "Thanks for being with me"
16. "Thanks for accepting me"
17. "I do never expect we'll be this close"
18. "You look amazing"
19. "You're actually a nice person"
20. "I believe in you"
21. "I understand your feeling" 

What about you? :)

Tuesday, August 30, 2016

Winter Short Trip to Seoul

Early December 2012 was my first time going to Seoul. Since me and my friends' study was in Busan, we finally set the schedule for this short three days two nights trip after finished the mid semester exams. The most memorable scene during the trip was in our second day where we decided to visit some main tourist attractions of Seoul city. There were only three of us, since the other friends were going to Everland. We did research in the first day, when we arrived at the guest house after walked around Myeongdong and Hongdae. We were browsing in the internet to find "which places that highly recommended to visit when we go to Seoul". My friend was taking the Jihachul map with her, and we started mark the place including the subway line we should took. After several minutes discussion we finally made the choice to visit  Gyeongbokgung palace, Gwanghamun Square, Hangang River area, and N Seoul Tower.

It was winter, while the morning came we need a big effort pushing away the blanket out of our body, however we have had to get ready before 8.00 AM because we had to be time keeper for ourselves in order to visit four locations in a day without the help of tour guide. Luckily the guesthouse provides drop and pick up service to the subway station, which is very efficient since we didn't need to walk and taking much time. The moment we arrived at station and waiting for the subway stopped, we still felt amazed and hectic at once while facing the crowd in the train. It way much different feeling than taking subway in Busan, since Seoul is the big city where the center of business and entertainment located.

First destination was to Gyeongbokgung Palace. We took the subway to Gyeongbokgung and arrived safely without problem. We bought the tickets and walking around the temples, took many pictures and watched the guard changing ceremony.

Gyeongbokgung Palace front view


Royal Guard Changing Ceremony

안녕하십니가..




Every sides view of Gyeongbokgung Palace area is so pretty, I found this small lake a very calming place to refresh our mind.


We were also visiting the museum there, warming up our body in a short time before continue took pictures outside.




After we were done enough walking around the palace area, we were going outside and taking pictures with the guard and every edges we found beautiful to capture. We continued to move to the opposite, around Gwanghamun Square which is located in front of the previous location.



Sejong Dae Wang



We were sight seeing around the area, took pictures with different background in Gwanghamun Square. Even have had confusing moment in result we were entering the subway underpass to reach the river in the heart of Seoul city which actually could be reached by walking from Gwanghamun Square.

So refreshing


Even though it was freezing, however I got so excited seeing the mini waterfall and river in the city. Since the day was getting darker, we decided to take subway to Chungmuro, continued the adventure to N Seoul Tower. The planning to Hangang Bridge was canceled since we have no idea where how to reach there moreover considering the time which almost evening and it was getting colder. We jumped to the main point "must visit place" which is Namsan.

We were taking the subway to Chungmuro, followed the line according to the Jihachul. Walking in the middle of winter with the stiffed foot after the whole day walking around the city, we were just hoping for the happy end by reaching the place before it might closed. We were never expected to walk uphill while the day was getting darker and colder. The moment we walked out the underpass, we just saw the N Seoul Tower, felt happy but didn't know how to reach there.

Found this tower
We just walked through the uphill street, trying to got closer to the tower. We realized there were a couple walking by near us, perhaps they would be going to Namsan as well. My friend asked them and luckily we went to the same direction and they would like to go to the cable car. Both are very kind and we just followed them walking the uphill.

We walked around 20 minutes to the cable car ticket box. The queue of people who bought ticket was quite long, thankfully it was indoor, so we could feel warmer. 

Round trip cable car tickets
We got the tickets for round trip! It was my very first time riding big cable car with full of people inside, and beautiful sparkling night view.


Around five minutes, we arrived at the location, and we should taking the stairs to Namsan Park. During the walk, we found something mesmerizing, "Snow ice!!". We haven't seen any snow yet before, moreover it was still early winter.


Welcome to Namsan Park
안녕!!
We felt so happy by seing the beautiful lights in Namsan Park and N Seoul Tower. Visiting N Seoul Tower in the evening was a great experience, since we could seeing the beautiful lights like this, where we couldn't find during the day. It was very very cold, we decided to buy tickets to enter Teddy Bear Museum and Digital Observatory.

beautiful lights in colorful padlocks

There are many Teddy Bear, the big size which hug-able, and the miniature which set according to the theme. I really love this Goong Teddy Bear that has been shown in Korean drama titled "Goong".

Welcome by Big Teddy



Rock Star Teddy
Kingdom of Korea
Goong Teddy Bear :)

Enough with the cuteness of Teddy Bear, we continued to the Digital Observatory, took the fastest elevator to reach the top part and seeing the beautiful view from the top. I could not take any picture in the elevator since I was enjoying the sensation and watched the video from the LCD on the top of the elevator. The city lights are so marvelous. We could use the digital telescope to look the further view.


Creative wall
Done exploring Namsan Area, we decided to go home. Taking the cable car, we moved down and left Namsan. We walked through the same road, but went downwards. The cold weather made us freezing and need something warm. We stopped by the small shop selling ttokpokki and fish cake, bought some and ate them during the walk. That was the comforting feeling ever, took the fish cake with the hot soup have recharged the energy before going home. We were contented after a long yet fun day exploring a little part of Seoul city. Before going home, have some window shopping to cosmetic shops was kind of great idea.

When I looked back the time when I was going to Seoul in 2012, which is four years ago, the access to information these days are much easier to find. There are a lot of information in magazines, search engine, smart phone applications, moreover many social figure and influencer, people who are sharing their experience for specific things such as living in Korea, holiday trip, which place to go and what you could do there through viral media like YouTube and Blogs. Even the last four years we didn't have mono pod yet or selfie stick as today. So we need  to ask other tourist or native people around for help to take the picture of us together. 

In the era of fast moving technology and social trends I believe that people will get an information easier. Especially about Seoul and the tourist attractions. By experiencing became tourist without a tour guide, me and my friends learnt many things. We learn about time management, planning, teamwork, tolerant, taking risk, adapt and survive in unpredictable situation. Besides, we enjoyed every seconds of journey we were going through, it was the moment we will always cherish in life time. I'll see you soon, Seoul, I guest half of my soul left there :)



Tuesday, August 9, 2016

Melawan Bekas Jerawat, Natural Remedies, Mengurangi Kebiasaan Buruk

Back to skin issues, sejak tahun lalu kulit wajah sedang protes-protesnya ke yang merawat. Saya dulunya Alhamdulillah tidak pernah bermasalah dengan jerawat, melainkan lebih kepada komedo dan milia (fyi milia sudah sedikit diangkat). Sejak tahun lalu saya kembali ke kampung halaman dan berhadapan dengan panasnya yang ibarat kata "mencubit" banget. Sejak saat itu, sekitar 10 bulan terakhir kondisi kulit wajah agak naik turun ditambah pori-pori gampang kelihatan buanget karena panas tentunya bikin pori wajah lebih terbuka. Kadang kulit baik-baik saja, tapi seringnya either kusam, oily, kadang kering juga di beberapa bagian, dan sempat muncul jerawat batu.

Jerawat batu ini yang berkontribusi besar meninggalkan jejak, yaitu bekas yang menghitam dan berbulan-bulan ga mau hilang. Selain itu kalau ditekan sedikit dan di bagian bawah kulit masih ada benjolan gitu, berarti jerawat tersebut masih berpotensi untuk numbuh lagi. Kulit wajah sekarang jadi jauh lebih sensitif pokoknya, gampang muncul whiteheads dan jerawat. 

Karena komitmen saya untuk tidak mau pakai krim dokter sampai kapan pun, akhirnya saya sering browsing natural remedies dan pakai skin care se-sederhana mungkin, plus spot care tea tree oil/acnes spot gel. Saya pun jadi rajin untuk pakai masker homemade yang terbuat dari bahan-bahan yang ada di rumah. Bahan yang saya coba tentunya yang gampang aja sih, seputaran lemon, honey, oatmeal, baking soda, cinnamon, coffee, dan egg white. Akhir-akhir ini saya sedang sering pakai masker putih telur, tanpa dicampur apa pun. Saya sempat coba juga aspirin dan madu saat masih ada jerawat batu. Akhir-akhir ini saya sedang coba penemuan terbaru yaitu masker norit (karbon aktif), yang dipakai seminggu sekali atau dua kali sebagai detox kulitnya. 

Untuk exfoliate saya senang menggunakan tiga macam bahan. Tergantung kondisi kulit dan mood saat itu, pengennya pakai yang mana. Pertama saya suka pakai bubuk kopi ditambah madu atau lemon, atau keduanya. Kegunaan kopi ini sebagai masker sekaligus exfoliator, belum berani mencoba facial wash yang mengandung scrub lagi, karena sering  malah jadi bruntusan. Kopi juga bermanfaat untuk menghaluskan dan mencerahkan wajah nih. Tambahan lemon untuk mengontrol minyak dan jerawat plus mencerahkan, ditambah madu sebagai pelembab alaminya. Pernah juga saya iseng mencoba sugar dan madu sebagai scrub, ceritanya kira-kira bakal kayak Black Sugar scrub nya Skin Food. Hal yang terjadi malah timbul bumps di wajah, bruntus lageeh dan timbul satu dua jerawat. Mungkin kelewat semangat nge scrub nya. Kemudian exfoliate menggunakan baking soda juga boleh, tapi pelan-pelan dan cukup seminggu/dua minggu sekali aja karena baking soda rasanya lebih harsh dibanding kopi. Selain itu bubuk kayu manis dan madu juga biasa saya coba, lagi-lagi ini jauh lebih harsh dibanding kopi. Jangan lupa kasih pijat wajah minimal seminggu sekali, pakai olive oil, coconut oil, cleansing atau baby oil juga boleh. Gunanya untuk memanjakan kulit lah pijat pijat manja dikit, setelah itu jangan lupa dibersihkan kembali dengan facial wash seperti biasa.

Ampuh ga sih kak pakai natural treatment gituan?

google image
Sebenarnya asal rutin Insyaallah ampuh kok. Tentu hasilnya tidak instan, karena bahan alami dan tidak bisa sekali pakai langsung menunjukkan hasil yang cetar. Perlu diingat juga tidak semua orang bisa pakai sembarang natural treatment, disesuaikan saja dengan kondisi dan sensitivitas kulit masing-masing. Kalau kulit terlalu sensitif, jangan coba-coba pakai lemon atau baking soda. Pakai aja madu, yoghurt, aloe vera. Sedangkan untuk exfoliate pakai oatmeal atau kopi juga cukup oke karena hasilnya langsung kelihatan, wajah jadi lebih cerah dan halusss.

Selain itu faktor gaya hidup juga berpotensi sebagai penyebab buruknya kondisi kulit, jerawat, dan bekasnya sulit hilang nih, seperti yang saya rasakan sebagai berikut:

1. Kurang jaga makan

Udah jaga makan banget padahal (makanan dijagain biar ga ada yang makan). Well, susahnya jaga makan terutama untuk menghindari makan goreng-gorengan itu salah satu godaan terbesar dalam hidup. Gorengan dan fast food adalah kontributor terbesar dalam permasalahan kesehatan, baik dalam mau pun result di luar seperti kulit wajah. Siapa sih yang ga tergoda dengan bakwan, cireng, lumpia, tahu bulat digoreng lima ratusan, apalagi kalau pake rawit atau sambel cocol, beuh *kibar bendera putih.

google image
Intinya berusaha untuk kurangi konsumsi makanan yang mengandung minyak berlebih, kalau ga bisa langsung, minimal kurangi porsinya aja deh (inget tuh). Kemudian harus kudu musti ga boleh males makan sayur dan buah untuk menetralisir racun-racun gorengan yang udah terlanjur ada dalam tubuh. Sayur dan buah tuh udah paling tokcer buat kesehatan, buat kulit, dan metabolisme. Tapi tetep aja kan gorengan panas-panas plus sambel itu lebih juara? etsss.. ingat ingat please. Ingat, terutama buat diri sendiri nih tips nya :p

2. Stress dan Over Thinking

Sering kali saya, atau mungkin teman-teman sekalian juga pernah terlalu memikirkan sesuatu sampai bikin diri sendiri ga tenang. Bikin diri sendiri panikan, khawatir, atau uring-uringan. Selama 10 bulan saya sering mengalami hal itu karena personal matters. Gimana mau awet muda coba kalau masih muda aja udah menanggung stress kalah-kalah orang umur 40an? Kunci awet muda dan hidup yang positif adalah menjauhi stress dan over thinking terhadap apa pun.

google image
Stress dan over thinking basically buruk dampaknya bagi tubuh dan jiwa. Buat otak aja ga bagus apa lagi buat kulit yang reaksinya gampang kelihatan. Jauhi stress dan over thinking dengan lebih santai, diimbangi tobat, dzikir, doa, kali aja banyaknya dosa bikin jadi stress tak beralasan (#okeh). Stress hilang, hati tenang, jerawat hilang deh.

3. Kosmetika yang Tidak Cocok atau Menutup Pori-pori

Salah satu penyebab lain adalah kosmetik yang tidak cocok atau produk yang malah menutup pori-pori. Padahal saya perlu banget produk complexion camouflage either concealer/foundie untuk menyamarkan kehitaman bekas jerawat tersebut di occasion tertentu, justru jadi dilema karena bisa berpotensi clogged pores. Punya pori-pori yang gampang clogged dengan black and whiteheads senang muncul bisa rentan alias mudah banget muncul jerawat. Put makeup as minim as possible, hati-hati pilih kosmetik dan jangan lupa bersihin sebersih-bersihnya setelah pulang kerumah.

www.flyerz.hu (google image)

4. Kurang minum air putih

Yes, saya ga punya jadwal tertentu untuk minum air putih. Kadang yang suka bikin males minum air putih adalah result nya yang mengharuskan kita bolak balik toilet. Minum air putih menjadi salah satu kunci untuk sehat. Ahli kesehatan mana sih yang ga menyarankan untuk minum air putih yang cukup setiap hari? bahkan bangun tidur dan sebelum pun kita dianjurkan untuk minum air putih. Minum air putih itu baik untuk menjaga stabilitas kesehatan, membuang racun-racun melalui urin, dan melancarkan metabolisme. Dengan minum air putih, kulit menjadi lebih lembab, bahkan memudahkan proses pemulihan kulit terutama bekas-bekas jerawat tadi.
buzzfeed.com (google image)
Air putih kan juga mudah diperoleh, Insyallah, terutama bagi kita yang tinggal di kota Alhamdulillah tidak kesulitan air bersih. Tapi, kesadaran untuk minum air putih sesuai anjuran masih juga sering kita lupakan, hanya sekedar minum sebagai penghilang haus saja setelah itu dilupakan. Bahkan Nabi kita saja menganjurkan untuk minum air cukup, tentunya dengan adab yang baik seperti harus duduk dan menggunakan tangan kanan serta tak lupa baca Basmallah. Pelajaran besar nih yang harus selalu saya dan teman-teman ingat untuk kesehatan tubuh dan kulit kita.

5. Sering Pegang-pegang muka + keseringan ngaca

Ini salah satu worst habit saya, suka tanpa sadar pegang-pegang wajah atau kalau lagi jerawat suka gemes buat pegang-pegang jerawatnya. Sebenarnya hal ini lah yang harus harus harus banget dijauhkan. Kalo bisa nih tangan dikasih apa gitu ya biar ga megangin muka setiap saat. Intinya jangan sering kegatelan pegang wajah, sebab tangan adalah salah satu sumber kuman. Plus keseringan ngaca juga kurang baik sih sebenarnya, ujung-ujungnya ngelihatin jerawat atau bekas jerawat yang masih nempel di wajah, trus makin stress sendiri karena mereka ga hilang-hilang. Bukannya mengurangi malah jerawat baru muncul lagi dah, lelah Hayati.

google image
Untuk itu, bagi yang muslim nih terutama, biar wajah senantiasa cerah meskipun yah ada lah beberapa jerawat, saat ngaca usahakan jangan lupa berdoa: "Ya Allah, sebagaimana telah Engkau baguskan penciptaan dan rupaku, maka baguskan pula akhlakku".

Biar yang dipikirin ga cuma muka cantik, tapi juga hati yang cantik, iya nggak? *ngomong sama diri sendiri. Doa ini tujuannya biar selalu bersyukur aja, masih untung dikasih muka minyakan sama jerawat doang, gimana kalau dosa lo sedikit-sedikit muncul di muka? ga bakal deh mau deh muncul keluar apalagi pajang-pajang selfie. Intinya, bersyukur aja lah masih dikasih jerawat, artinya sel-sel kulit kita masih hidup, masih bereaksi dengan sesuatu dan memberi sinyal-sinyal penting untuk kita lebih aware dengan kesehatan tubuh sendiri.


Saat ini saya masih struggle untuk menghilangkan bekas jerawat dan mencegahnya sebisa mungkin dengan tidak malas bersih-bersih wajah. Selain itu tips lagi, kadang kalau jerawat lagi gede dan sakit nyut gitu, saya coba aplikasikan obat jerawat sambil baca either dalam hati atau dengan suara kecil "Ya Allah yang mengecilkan yang besar dan membesarkan yang kecil, sembuhkanlah jerawat/penyakit ini dariku." Itu doa yang saya dapet dari buku doa-doa gitu, dan tambahan lagi Insyaallah boleh diterapin, ini doa pribadi sih "Hilangkanlah dosa-dosaku bersama hilangnya jerawat ini Ya Allah". Yes, yang saya harapkan apa pun penyakit sekecil apa pun yang saya alami, semoga sekalian menggugurkan dosa-dosa saya juga, aamiin.

Pada dasarnya menjaga gaya hidup dan mind condition adalah kuncinya. Menjaga dan merawat amanah dari Dia itu wajib, dengan cara yang baik dan benar. Intinya penyakit dari Dia, obatnya juga dari Dia. No intend to preach but this is based on personal experience and I hope gonna works well to everyone who read this, :) Stay pretty inside and outside!



*writing inspired by several internet sources